Video Trending



loading...
Judul:Inilah Kitab (Buku) Rujukan Nomor 1 Tukang Sihir Dunia ~ Ustadz M Faizar
Durasi:00:08:07
Dilihat:585,452x
Diterbitkan:30 Desember 2017
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Harap baca sampai selesai deskripsi sebelum tonton video.
Ustadz M. Faizar menyebutkan Inilah buku rujukan nomor 1.
link full video : https://www.youtube.com/watch?v=44j-M...
video ini ada di menit 24.00 dalam link video full.
sumber video: Khayr Channel https://www.youtube.com/user/MyKhayr/
Jazakumullah Khayr Channel

Video ini diupload untuk menjelaskan amalan-amalan yang tidak bersumber pada AL Qur'an dan Hadist Shahih, sehingga amalan ini juga menjadi rujukan beberapa tukang sihir untuk mengelabui pasiennya (menutupi/ memburamkan praktek syirik dengan amalan tertentu). PERLU DIGARIS BAWAHI BAHWA dalam video ini tidak menyebutkan bahwa kitab ini sengaja dibuat untuk sihir dan juga tidak menyebutkan bahwa pengarang kitab adalah penyihir. wallahu'alam. JANGAN MENEBAK NAMA kitab dan PENGARANG, karena ustadz tidak menyebutkanya dan hanya membacakan beberapa paragraf dari kitab yang tebal.

- Supaya tidak setengah2 cek link video full https://www.youtube.com/watch?v=44j-M...
-cek link video ini terkait bolehkah dzikir asmaul Husnah dengan jumlah dan niat tertentu: https://youtu.be/6ZFagISWq-Y
- cek link video ini mengenai ciri Ulama yang berjalan diatas Al QUr'an dan sunnah: https://youtu.be/KEt9RLiK15g
- cek link video ini: Sihir dapat Melalui Foto Profil Media Sosial: https://youtu.be/TePbBxkILbI

Syeikh Prof. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu (Beliau adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjid Nabawi),
beliau berkata ketika menyebutkan beberapa kesalahan yang terjadi dalam pengamalan asmaul husna:
فمن ذلكم نشرة توزع في الآونة الأخيرة درجت بين العوام والجهال، يزعم كاتبها أن أسماء الله الحسنى لكل اسم منها خاصية شفائية لمرض معين، فلأمراض العين اسم، ولأمراض الأذن اسم، ولأمراض العظام اسم، ولأمراض الرأس اسم، وهكذا، وحدد لتلك الأمراض أعدادا معينة من تلك الأسماء.
وهذا من الباطل الذي ما أنزل الله به من سلطان، ولا قامت عليه حجة ولا برهان، بل ليس في الأذكار المشروعة والرقى المأثورة إلا ما هو جملة تامة، وليس فيها تكرار لاسم بهذه الطريفة المزعومة في تلك النشرة، وقد ارتكب بهذا العمل جنايتين:
الأولى: إدخال الناس في هذا العمل المحدث غير المشروع
الثانية: شغل الناس عن الأذكار المأثورة والرقى المشروعة في الكتاب والسنة
“Diantara (kesalahan-kesalahan tersebut) selebaran yang dibagikan akhir-akhir ini diantara orang awam dan orang-orang yang tidak tahu, penulisnya menyangka bahwa setiap nama diantara nama-nama Allah yang husna keutamaan penyembuhan untuk penyakit tertentu, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit mata, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit telinga, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit tulang, ada nama khusus untuk penyakit-penyakit kepala, dan seterusnya, dengan menentukan untuk setiap penyakit beberapa nama-nama Allah.”“
Ini semua adalah kebathilan yang Allah tidak menurunkan dalil tentangnya, tidak berdasarkan hujjah dan keterangan yang jelas, bahkan yang ada di dalam dzikir-dzikir yang disyariatkan dan ruqyah-ruqyah yang ada dalilnya adalah kalimat yang sempurna, dan tidak ada mengulang-ulang nama, sebagaimana dalam selebaran tersebut.

”Penulis tersebut dengan amalan ini telah melanggar 2 perkara:
Pertama: Memasukkan manusia di dalam amalan baru yang tidak disyariatkan ini
Kedua: Memalingkan manusia dari dzikir-dzikir dan ruqyah-ruqyah yang disyari’atkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. (Fiqh Al-Asmaul Husna hal: 66-67).

Cara yang benar adalah berdoa kepada Allah dengan Asmaul Husna dan berdoa dengan nama Allah yang sesuai dengan keadaannya.
Allah ta’ala berfirman:وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ) (الأعراف:180) )
“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. 7:180)
Misalnya:Ya Syafi, isyfini (Wahai Yang Maha Penyembuh, sembuhkanlah aku)
Ya Rahman, irhamni (Wahai Yang Maha Penyayang, sayangilah aku)
Ya Razzaq, urzuqni (Wahai Yang Maha Pemberi rezeki, berilah aku rezeki)

Kemudian hendaknya mengambil sebab untuk mewujudkan apa yang dia minta seperti bekerja, berobat dll, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah semata.
Wallahu a’lam.

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


loading...